Hadir di Standard Chartered Global Research Briefing 2022, Dirjen PPR Sampaikan Strategi Pemerintah dalam Pulihkan Ekonomi

Jakarta, 25 Juli 2022 – Dalam rangka mempertemukan para nasabah dan stakeholder untuk mendiskusikan dan membagikan informasi market outlook serta proyeksi ekonomi paska pandemi, hari ini (25/7/22) Standard Chartered Bank menyelenggarakan Global Research Briefing – H2 2022 di Ball Room Mandarin Oriental Hotel, Jakarta.

Lebih dari 400 peserta baik hadir secara luring maupun daring yang terdiri dari pemerintahan, regulator, dan perusahaan sektor keuangan antusias mengambil bagian dari Keynote Speech yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) Kemenkeu, Luky Alfirman.

Dalam keynote speech-nya, secara garis besar Dirjen PPR menyampaikan informasi terkait strategi pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional serta informasi tentang berbagai usualan kebijakan dari rangkaian acara G20 Summits dan dampaknya bagi para pelaku bisnis di Indonesia.

Dirjen PPR menyampaikan bahwa Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 sebesar 4.9% s.d 5.3% (yoy). Untuk melanjutkan kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, kebijakan fiscal di 2023 akan focus pada peningkatan produktivitas untuk tranformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pemerintah akan mengimplementasikan reformasi fiscal yang holistic melalui mobilisasi penerimaan negara untuk memperluas ruang fiscal, dan secara konsisten memperkuat efisiensi dan efektivitas belanja negara dengan cara mengoptimalkan serta mengembangkan skema creative financing. Defisit APBN 2023 akan diarahkan di bawah 3%, yaitu sekitar 2.61% - 2.85% dari PDB, yang mana sejalan dengan tujuan konsolidasi fiscal. Sementara itu, ratio utang masih berada dalam batas terkendali yaitu pada rentang 40.58% - 42.35% dari PDB”, jelas Dirjen PPR.

Pemerintah Indonesia telah merespon ketidakpastian pasar keuangan global dengan menyesuaikan strategi pembiayaan, yaitu melalui antara lain: 1) merevisi target lelang SUN; 2) fleksibilitas dalam penerbitan Global Bonds dalam hal besaran dan waktu; 3) fleksibilitas dalam mendapatkan dukungan dari mitra pembangunan; 3) mempromosikan SBN Ritel; dan 4) mendukung dan berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) melalui SKB1 dan SKB3.

“Untuk SKB dengan BI, di tahun 2022, kami (Pemerintah) masih mengimplementasikan dua skema, yaitu: 1) SKB 1 dimana BI berperan sebagai standby buyer dalam primary auction, dan 2) SKB 3 yang mana BI akan mendukung penuh Pemerintah dalam sektor kesehatan dan kemanusiaan melalui arrangement skema pembiayaan yang layak. Kami (Pemerintah dan BI) selalu memastikan bahwa SKB dilaksanakan secara prudent dengan memperhatikan pasar dan kredibilitas institusi”, tambah Dirjen PPR.

Global Research Briefing merupakan acara reguler andalan Standard Chartered (“Bank”) yang diadakan dua kali pertahun dan diselenggarakan di lebih dari 20 negara tempat Bank beroperasi. Acara ini menyediakan platform bagi tim peneliti senior Bank dan juga pihak pemerintah atau regulator untuk memberikan pembaruan ekonomi dan pandangan tentang pasar dan perspektif yang berbeda - global, regional, lokal, FX dan komoditas - yang akan digunakan sebagai referensi dan wawasan utama bagi para pemangku kepentingan utama Bank, termasuk pemerintah, perusahaan, dan media.

Posted by Andi Abdurrochim on Jul 25,2022 23:48:10