Dialog G20 dan Investor untuk Tingkatkan Investasi Infrastruktur Berkelanjutan

Nusa Dua, 15 Juli 2022 – Investasi infrastruktur berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan pasca pandemi COVID-19. Investasi infrastruktur yang berkelanjutan akan mendorong negara-negara untuk bergerak di jalur yang benar dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan komitmen atas mitigasi perubahan iklim. Namun kemampuan fiskal yang terbatas terutama pada negara berkembang menjadi tantangan utama dalam memenuhi gap kebutuhan infrastruktur berkelanjutan.

Peran sektor swasta dan investor global penting dalam pemenuhan gap pembiayaan infrastruktur berkelanjutan, namun hal ini dihadapkan dengan berbagai risiko dan tantangan berinvestasi. Hal ini menjadi salah satu isu yang menjadi sorotan dalam berbagai diskusi pada forum maupun side event G20, sebagai salah satu agenda prioritas Presidensi Indonesia dalam G20 di tahun 2022, khususnya pada bidang infrastruktur (Infrastructure Working Group/IWG).  Menyadari pentingnya dialog dan kolaborasi dengan swasta, sejak tahun 2020 di masa Presidensi Arab Saudi telah menginisiasi G20 Infrastructure Investors Dialogue, yang diformalkan di tahun 2021 pada masa Presidensi Italia.

Pada tahun ini, Presidensi Indonesia berkolaborasi dengan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), the D20 Long-Term Investors Club (D20-LTIC) dan Global Infrastructure Hub (GIH) kembali mengadakan G20 Infrastructure Investor Dialogue. Kegiatan yang mengangkat tema “Leveraging Private Sector Participation in Sustainable Infrastructure Investment” ini dilaksanakan secara hybrid pada tanggal 15 Juli 2022 di Nusa Dua, Bali. Acara ini merupakan bagian rangkaian side event dari agenda Pertemuan Ketiga Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (3rd FMCBG).

Selain dihadiri negara anggota G20, berbagai organisasi internasional, lembaga keuangan, dan sektor swasta ikut diundang untuk mengikuti sesi dialog dengan narasumber dari perwakilan lembaga keuangan dan sektor swasta, antara lain D20 LTIC, European Investment Bank (EIB), Clifford Capital Singapore, Saudi Industrial Development Fund (SIDF), CDG Développement Morroco, KfW, Long-term Infrastructure Investors Association, dan Global Infrastructure Basel Foundation. CEO Indonesia Investment Authority (INA) dan Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) turut menjadi narasumber untuk berbagi perspektif mengenai investasi infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Dalam forum tersebut, Menkeu Sri Mulyani dan Wamenkeu Suahasil Nazara menekankan pentingnya investasi pada infrastruktur berkelanjutan sesuai komitmen Presidensi. Oleh karena itu dialog dengan swasta perlu dipertahankan dalam rangka mengatasi gap pembiayaan melalui partisipasi swasta. Bagi Indonesia, infrastruktur berkelanjutan juga menjadi prioritas di dalam negeri. Dirjen PPR, Luky Alfirman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan, Pemerintah Indonesia memprioritaskan untuk mencari alternatif sumber pembiayaan infrastruktur. “Memobilisasi pembiayaan dari swasta untuk infrastruktur berkelanjutan menjadi kunci dalam mengatasi tantangan ini,” jelas Dirjen PPR.

Investors Dialogue ini menjadi forum dialog untuk mendengar perspektif sektor swasta tentang peran yang diharapkan dari negara G20 melalui berbagai inisiatif global dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Dialog yang terbagi dalam tiga sesi diskusi yang difokuskan untuk membahas: (i) perspektif investor mengenai bagaimana mendorong hasil kerja G20 untuk dapat memberikan peluang investasi dalam infrastruktur berkelanjutan, serta mengelaborasi risiko dan tantangan dalam investasi infrastruktur; ii) perspektif negara berkembang dan daerah (sub-nasional) mengenai apa yang dapat dilakukan negara-negara G20 untuk menciptakan proyek infrastruktur berkelanjutan yang lebih bankable bagi negara berkembang dan pemerintah daerah (sub-nasional), khususnya terkait dengan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG); dan iii) meminta masukan dari pembicara dan investor terhadap draf G20 Framework on Sustainable Infrastructure yang saat ini sedang disusun oleh GI Hub sebagai salah satu deliverable IWG.

Hasil dari dialog ini diharapkan dapat menjadi input dalam penyelesaian deliverable pada agenda investasi infrastruktur berkelanjutan serta mampu memberikan sinyal positif kepada investor, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan memobilisasi investasi sektor swasta ke dalam infrastruktur berkelanjutan.

Posted by DJPPR5 on Jul 16,2022 17:32:32