Country Credit Rating dan Biaya Utang Pemerintah

Pada pertengahan tahun 2016, Standard and Poor’s (S&P) kembali mengumumkan peringkat utang negara (sovereign credit rating) Indonesia pada level BB- (double B minus). Peringkat ini mengindikasikan adanya kemungkinan risiko kredit yang berkembang, khususnya yang diakibatkan perubahan ekonomi. Level ini juga dimaknai sebagai level teratas untuk peringkat kredit spekulatif atau satu level dibawah peringkat layak investasi (investment grade). Peringkat dari S&P yang diraih tahun ini sama dengan peringkat pada tahun sebelumnya. Sedangkan beberapa lembaga pemeringkat internasional lainnya seperti Fitch Rating telah memberikan peringkat utang pada tanggal 23 Mei 2016 dengan mempertahankan level investment grade Indonesia pada posisi BBB-, menyusul Moody’s yang telah lebih dahulu menetapkan kembali level investment grade Indonesia pada tanggal 28 Januari 2016 di posisi Baa3 dan Japan Credit Rating Agency (JCRA) pada tanggal 1 Februari 2016 di posisi BBB-.

Peringkat utang negara sendiri digunakan untuk memberikan penilaian risiko gagal bayar kewajiban yang dimiliki oleh suatu pemerintahan atau negara. Pemerintah biasanya meminta untuk dinilai peringkat utangnya agar dapat memudahkan akses mereka ke pasar modal internasional. Akses sebuah negara ke pasar modal internasional merupakan hal yang penting untuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan. Dalam rangka memperoleh kemudahan akses tersebut, negara perlu mendapatkan penilaian peringkat utang yang memadai dari beberapa lembaga pemeringkat. Dengan posisi peringkat utang yang baik sebuah negara dapat memperoleh aliran modal ke dalam negeri. Sebaliknya jika negara gagal memepertahankan posisi peringkat utang yang baik, sangat mungkin memicu terjadinya pembalikan arus modal keluar dan gangguan sistem keuangan dan ekonomi (Setty & Dodd, 2003).

Indonesia sebagai negara yang tengah menggalakkan pembangunan di berbagai sektor dan menerapkan kebijakan anggaran ekspansif, tentu memerlukan dana yang tidak sedikit agar program-program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik. Untuk memperoleh pembiayaan, Pemerintah saat ini telah menerapkan berbagai instrumen pembiayaan untuk memperoleh biaya pembiayaan yang paling efisien dengan risiko yang terkendali. Instrumen untuk memperoleh sumber pembiayaan dari luar negeri saat ini  berupa pinjaman langsung (direct loan) maupun penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) untuk pasar modal internasional berdenominasi vauta asing.

 

 

*) Artikel selengkapnya dapat diunduh pada file lampiran.

File Terlampir
Displaying 1-1 of 1 result.

Country Credit Rating dan Biaya Utang Pemerintah

Posted by Ishaq Hasibuan on Dec 20,2016 15:03:13